Followers

Rabu, 15 September 2010

5 Kiat Rumah Sejuk Tanpa AC


Senin, 4 Mei 2009 | 16:16 WIB
KOMPAS.com - Bukan hal yang mustahil menciptakan rumah sejuk tanpa AC. Lebih hemat listrik dan ramah lingkungan. Simak beberapa kiatnya di sini.
Iklim tropis Indonesia yang cenderung panas, terlebih lagi di area perkotaan, membuat Air Conditioner (AC) menjadi kebutuhan. Rasanya mustahil memiliki rumah tinggal yang sejuk dan nyaman, tanpa kehadirannya.
Dengan berkembangnya isu lingkungan, seperti pemanasan global, pemakaian AC pun menjadi salah satu yang memberi dampak negatif. Terutama dalam hal penggunaan energi listrik. Mengapa tidak mulai sekarang kita kurangi bahkan hilangkan sama sekali penggunaan AC.
Bukan hal yang mustahil kok menciptakan rumah sejuk tanpa AC. Beberapa poin berikut mungkin bisa membantu, untuk Anda yang berniat mencoba.
1. Maksimalkan bukaan dan ventilasi
Untuk menciptakan rumah yang nyaman, sejuk, sekaligus sehat, aliran sirkulasi udara yang baik menjadi syarat mutlak. Sirkulasi udara yang seperti itu bisa didapat dengan menyediakan bukaan atau ventilasi yang cukup. Sehingga aliran udara masuk dan keluar, seimbang.
2. Minimalkan masuknya cahaya matahari siang
Di siang hari, saat matahari bersinar sangat terik, usahakan tidak terlalu banyak cahaya yang masuk. Pasalnya, cahaya matahari siang bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan suhu ruangan. Salah satu caranya, lengkapi jendela dengan window shade. Window shade akan membantu mengurangi jumlah cahaya yang masuk. Sehingga dapat meminimalisasi meningkatnya suhu ruangan.
3. Jarak plafon dengan lantai cukup tinggi
Jarak ideal plafon dan lantai adalah 2,75m-4m. Bahkan ada pula beberapa hunian meninggikan plafon hingga 6m, pada beberapa ruangan. Hal ini disebabkan, ketinggian plafon memberikan ruang yang cukup untuk perputaran dan pertukaran udara. Selain itu, ia juga bisa mengurangi panas ruangan, yang diakibatkan mengalirnya endapan panas dari ruang bawah atap ke dalam ruangan.
4. Gunakan material atap yang memantulkan panas
Panas yang ditimbulkan dari masuknya cahaya matahari, bukan hanya dari jendela, juga atap. Oleh sebab itu, pilih material atap yang dapat memantulkan panas. Genteng keramik misalnya. Atau bisa juga menambahkan material insulasi pemantul dan peredam panas.
5. Buat kolam atau taman di area dalam rumah (innercourt)
Kolam dan taman dapat membantu menurunkan suhu ruangan. Agar tidak membuat udara dalam ruangan menjadi lembap, usahakan tetap ada sinar matahari yang masuk ke dalam innercourt. Salah satu caranya dengan memberi bukaan yang cukup di bagian atap, misalnya. Dengan demikian tetap terjadi pertukaran udara yang baik, dari dalam ke luar dan sebaliknya. (Anissa/iDEA)

Mau Rumah Adem, Coba Ventilasi Silang


Kamis, 30 Juli 2009 | 10:28 WIB
KOMPAS.com - Solusi termudah mendinginkan ruang adalah dengan memasang AC. Selain itu, ada solusi lain yang lebih hemat dan ramah lingkungan.

Ruangan terasa panas tentu tak nyaman untuk ditinggali. Solusi paling mudah dan cepat mengatasinya adalah dengan memasang pendingin ruangan (AC). Banyak orang memilih cara cepat  ini, tanpa merasa perlu mengetahui akar permasalahannya.

Menurut Ir. Sukendro Sukendar, arsitek dari Nataneka Architects, ruangan yang terasa panas bisa disebabkan banyak hal. Kurangnya bukaan atau ventilasi adalah penyebab yang paling umum terjadi. Akibat jumlah ventilasi minim, maka tidak terjadi pertukaran udara dari dalam ke luar ruangan. Inilah yang menyebabkan suhu ruangan terasa panas.

Lalu, apakah sebuah jendela pada setiap ruangan sudah cukup? Jawabannya tidak. Menurut Sukendro, agar pertukaran udara dalam ruangan berjalan baik, perlu dibuat ventilasi silang (cross ventilation). Paling tidak, ada dua buah jendela atau bukaan yang saling berhadapan dalam satu ruangan.

Ventilasi silang memungkinkan udara mengalir dari dalam ke luar dan sebaliknya, tanpa harus mengendap terlebih dahulu, di dalam ruangan. Udara yang masuk dari satu jendela, akan langsung dialirkan keluar oleh jendela yang ada di hadapannya, dan berganti dengan udara baru, begitu seterusnya. Dengan demikian, tanpa AC pun ruangan tetap terasa sejuk.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah ukuran jendela atau bukaan, yang harus seimbang dengan ukuran ruangan. Ruangan berukuran besar sudah tentu membutuhkan bukaan yang besar pula. Tak hanya membuat aliran udara membaik, bukaan besar juga memasukkan banyak cahaya matahari. Ruangan pun menjadi sehat dan terang, tanpa perlu menyalakan lampu di siang hari. 

Agar Atap Rumah Terbebas dari Bocor


Rabu, 24 Juni 2009 | 17:40 WIB
KOMPAS.com - Bagi beberapa orang, bagian pagar merupakan bagian utama pemberi ciri pada sebuah rumah. Namun, ada juga yang memilih lebih mengutamakan ciri rumahnya pada keindahan atap. Nah, agar atap tetap terlihat indah, sebaiknya Anda sayangi atap dengan merawatnya secara berkala.

Ciri khas sebuah rumah seringkali dilihat dari bagian atasnya yaitu pada bagian atap. Keberadaan atap sebagai penutup rumah menjadi nilai tersendiri pada bangunan. Selain memperindah bentuk bangunan, kehadiran atap juga memiliki fungsi penting sebagai pelindung rumah dari terpaan angin, panas, maupun hujan.

Sekarang ini, ada berbagai macam variasi atap yang ditawarkan perusahaan properti. Mulai dari model atap pelana, perisai, hingga kombinasi keduanya, membuat Anda semakin bingung memilih yang mana. Walaupun atap memiliki berbagai macam variasi, Anda tetap harus berhati-hati dalam memilihnya. Jika Anda salah memilih atap, maka kondisi rumah Anda tidak akan menjadi aman dan nyaman lagi.

Apalagi ketika musim hujan datang, jika atap tidak berfungsi dengan benar maka akan terjadi kebocoran. Pada umumnya, kebocoran disebabkan oleh empat hal.

Pertama, kurangnya perhatian Anda terhadap rancangan konstruksi kemiringan atap. Seharusnya, atap rumah memiliki sudut kemiringan minimal 30 derajat supaya air dapat mengalir dengan lancar. Jangan sampai tingkat kemiringannya melebihi standar minimal kemiringan atap. Hati-hati, jika tingkat kemiringannya lebih dari 30 derajat, maka genteng akan gampang merosot.

Kedua, kesalahan dan kecerobohan pemasangan. Pemasangan genteng yang tidak rapi membuat atap memiliki rongga yang mengundang datangnya air di musim hujan. Memasang genteng wuwungan atau nok dengan semen yang seirit-iritnya juga akan memicu rembesan air ke bawah. 

Ketiga, pemilihan bahan yang digunakan. Penggunaan atap lembaran seperti asbes, semen fiber, ardex, seng antikarat, atau bitumen (aspal) lebih baik dibandingkan dengan material seperti genteng tanah liat, genteng beton, keramik, atau kayu sirap. Hal ini dikarenakan, rongga antarbidang material asbes memberikan toleransi kemiringan hingga kurang dari 30 derajat, sehingga air akan tetap dapat mengalir dengan lancar.

Keempat, faktor kondisi alam. Perubahan panas clan dingin secara terus-menerus akan membuat material penutup rumah menjadi aus atau berubah. Retak-retak kecil di atap rumah clapat menyebabkan air masuk. Semakin clibiarkan, air yang merembes akan semakin banyak clan membuat retakan semakin besar. Oleh sebab itu, gunakanlah atap yang berponclasi kuat.

Oleh sebab itu, agar rumah Anda tidak mengalami kebocoran. Sebaiknya Anda telah mempersiapkan atap rumah Anda dengan pondasi yang kuat dan model yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkualitas. (INO)

Inilah Tujuh "Kesaktian" Cuka



Rabu, 14 Oktober 2009 | 10:52 WIB
KOMPAS.com - Selain untuk menambah rasa asam dan menghilangkan bau amis, cuka juga punya manfaat lain. Cuka atau asam asetat ini dapat mengatasi berbagai masalah kebersihan rumah. Mulai dari shower mampet, lantai kusam, hingga membersihkan kerak botol. Cara menggunakannya pun sangat mudah. Inilah tujuh manfaat cuka yang dapat diaplikasikan di rumah :

1. Shower Mampet
Air yang mengandung besi, tanah, atau pasir halus bisa menjadi biang keladinya. Untuk mengatasinya, siapkan 1 liter air panas, kemudian tuangkan satu cangkir cuka makan dan aduk. Rendam kepala shower dalam larutan tadi selama 10 menit. Angkat, lalu bersihkan. Teratasi sudah masalah showermampet.

2. Blender Kotor
Penggunaan blender biasanya meninggalkan noda. Terkadang noda tersebut sulit dihilangkan. Jika itu terjadi, gunakan campuran air, sabun cuci piring, dan cuka. Tuang campuran itu ke dalam blender dan nyalakan blender selama 30 detik. Buang campuran air tadi dan bilas dengan air hangat.

3. Lantai Kusam
Lantai keramik yang berusia lebih dari lima tahun biasanya berubah menjadi kotor dan kusam. Untuk membersihkannya, tuangkan cuka ke permukaan lantai. Diamkan selama lima menit. Kemudian bersihkan dengan kain pel hingga bersih. Pel sekali lagi dengan air untuk menghilangkan bau cuka.

4. Karat pada Logam
Untuk menghilangkan karat, siapkan satu sendok makan cuka dicampur satu sendok teh garam. Gosokkan campuran tersebut ke bagian perkakas logam yang berkarat. Setelah karat hilang, bersihkan dengan air dan keringkan.

5. Guci Pecah
Guci pecah pun bukan lagi masalah. Buat campuran dari satu bungkus agar-agar, satu sendok cuka, aduk hingga mengental. Gunakan campuran adonan tadi sebagai lem. Rekatkan setiap bagian pecahan guci. Setelah itu jemur hingga adonan lem kering. Guci pun kembali utuh.

6. Sisa Minyak
Agar noda minyak di panci gampang dibersihkan, tuangkan cuka ke dalam 2 liter air. Celupkan panci berminyak ke dalamnya. Noda minyak akan luntur dan setelah itu bilas panci dengan air bersih.

7. Kerak Botol
Kerak pada botol bisa dibereskan dengan cuka. Masukkan air sabun ke dalam botol. Tambahkan satu sendok makan abu gosok dan satu sendok makan cuka. Biarkan selama 10 menit. Kemudian kocok-kocok dan sikat bagian dalam botol. Kerak dalam botol pun hilang. (iDEAonline/Anissa)

Partisi Ruangan yang Fungsional dan Atraktif


iDEA/ Tri Rizeki Darusman
Partisi ruangan yang fungsional dan atraktif
KOMPAS.com - Boks atraktif di ruang tamu inieyecatching. Boks juga menjadi penyekat ruangan secara fisik bukan visual, sehingga ruangan tak berkesan sempit.

Pembatas ruang dapat dibuat dari apa saja. Desain pembatas yang unik, dapat berfungsi sekaligus sebagai elemen dekorasi pada ruangan.

Salah satu desain yang menarik itu bisa dilihat pada foto di samping. Pembatas antara ruang tamu dan ruang keluarga ini unik. Ada rangka kayu yang mirip dengan huruf C. Di bagian dasar rangka ini, terdapat "pot" bersisi batuan. Di sana ditanam batang-batang bambu kering. Menarik bukan?

Nah, pembatas seperti ini sebetulnya mudah dibuat. Paling tidak, begini cara singkatnya:

1. Siapkan rangka kayu bentuk “C” dengan dimensi sesuai kebutuhan ruang. Di sini, rangka kayu yang menjadi bingkainya berdimensi panjang 200cm, lebar 40cm, tinggi 80cm, dengan tebal bingkai 10cm.
2. Siapkan dua lembar kaca tebal 10mm dengan ukuran 198cmx78cm (2cm lebih kecil dari ukuran bingkai).
3. Buatlah sedikit cerukan pada sisi kiri dan kanan bingkai untuk tempat masuk kaca dan sealant (lem kaca). Kedalamannya 2cm, tebal cerukan ±12mm. Lalu pasang kaca ke dalam bingkai, sehingga diperoleh kotak menyerupai akuarium dengan rangka terbuat dari kayu.
4. Untuk menancapkan batang-batang bambu, buatlah wadah atau rangka dari kayu bekas kira-kira seukuran lebar boks kaca, dengan tinggi separuh tinggi boks (40cm). Lubangi bagian atasnya sesuai ukuran batang bambu dan banyaknya jumlah bambu. Letakkan di dalam boks kaca.
5. Masukkan satu demi satu bambu-bambu ke dalam lubang-lubang yang sudah disiapkan itu. Setelah bambu terpasang, timbun boks kaca dengan batu kerikil putih berukuran besar, atau jenis lain yang Anda suka. (Sita Hapsari/Sumber: iDEA Books/Rumah Compact)

Lahan Sempit pun Bisa Jadi Taman Rumah nan Cantik


iDEA/ Tri Rizeki Darusman
Lahan sempit pun bisa menjadi taman indah. Lokasi: Rumah Yusuf Ibrahim dan Dewi Faja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
KOMPAS.com -  Jangan biarkan lorong samping rumah sekadar jadi jalur lalu lalang. Manfaatkan, yuk, jadi taman rumah nan indah.

Lorong samping, sebagai akses menuju bagian belakang rumah, ternyata bisa jadi area cantik. Bahkan di sana bisa menjadi pusat daya tarik rumah secara keseluruhan. Betapa tidak! Lahan terbatas itu dijadikan taman simpel yang menarik, bahkan dengan kolam ikan yang dihiasi dinding artifisial.

Taman samping di rumah Yusuf Ibrahim dan Dewi Fajar ini berukuran 6 m x 2 m. Untuk menyiasati lahan minim, Dewi menempatkan aneka tanaman di dalam pot. Karenanya, ada sebagian lahan yang tetap untuk area sirkulasi orang dan area duduk dengan lantai keramik.

Bukan cuma tanaman dalam pot yang mengisi taman itu. Daya tarik lain adalah kolam ikan dengan dinding artifisial. Dari dinding ini mengalir air, menyerupai tebing-tebing di area air terjun. Yusup memang menyukai air, di samping itu karena unsur air memberi kesegaran dan suara alami.

Untuk mendapatkan taman yang indah ini rupanya tidak asal jadi. Dewi mengaku beberapa kali ganti-pasang tanaman. “Saya coba-coba. Saya tanam satu tanaman, tapi jika saya rasa tak sesuai, ya saya ganti lagi. Tapi semua tanaman yang ada tak mahal-mahal. Paling yang bonsai keluarga cemara itu,” ungkapnya.

Anda juga punya lorong di samping rumah? Ide ini layak dicoba!  (Johny H. Kakiay/iDEA)

15 Hal Penting dalam Merancang Kamar Ti

KOMPAS.com -  Ada 15 poin yang harus diperhatikan sebelum merancang kamar tidur. Menerapkan ke-15 hal berikut ini, berarti mendapatkan kamar tidur yang sesuai dengan kebutuhan, selera dan bujet Anda.

Saat kita membangun atau merenovasi rumah, salah satu ruang yang biasanya menjadi fokus utama dalam perencanaan adalah kamar tidur. Alasannya mudah dirunut. Kamar tidur merupakan ruang pribadi dimana kita beristirahat dan seringkali juga untuk bekerja dan bersantai. Sebagian orang bahkan suka menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar.

Sebagai area privat, kebutuhan dan desain kamar tidur pun menjadi personal. Selain fungsi standar kamar tidur, selera pribadi juga menjadi penting di sini. Namun, desain yang personal pun memerlukan batasan dan pertimbangan sebagai pedoman dalam merancang kamar tidur yang baik dan nyaman.

Bila memungkinkan, mulailah proses merancang ini dari nol. Hal ini akan memudahkan Anda dalam menambah atau mengubah desain suatu saat nanti, karena kebutuhan dan tema sudah Anda tetapkan sejak awal.

Untuk merancang kamar tidur yang nyaman dan sesuai dengan pribadi Anda, ada baiknya Anda perhatikan 15 hal berikut.

1. Gaya/langgam desain. Hal yang akan menjadi dasar dalam mengembangkan ide dalam mendekor, antara lain dari gayanya. Apakah itu gaya neoklasik, modern minimalis, pop-retro atau eklektik. Tentukan gaya yang Anda pilih dari awal.
2. Warna tema. Warna favorit biasanya menjadi pilihan, terutama pada kamar lajang atau remaja. Warna yang dipilih tidak harus satu. Untuk memperkaya tekstur, warna-warna monokromatis atau warna aksen yang kontras dapat menjadi alternatif.
3. Pencahayaan. Baik pencahayaan alami (sinar matahari), buatan maupun special lighting dapat diperhitungkan sejak awal. Efek pencahayaan ini yang akan memberi “jiwa” pada interior.
4. Lantai. Setelah menentukan konsep dan suasana, perencanaan beranjak pada material finishing. Mulailah dari menentukan jenis lantai. Untuk suasana hangat, kamar tidur biasanya memakai lantai kayu (parquet). Namun keramik atau granit tile pun memberikan ragam pilihan yang luas untuk corak dan warna.
5. Dinding. Untuk kesan mewah dapat menggunakan wallpaper dengan pilihan warna, motif dan tekstur yang kaya. Warna tema yang sudah Anda tentukan akan mempengaruhi hal ini.
6. Finishing furnitur. Pilihan jenis finishing ini juga terkait dengan tema dan suasana yang Anda inginkan. Bila Anda suka tampilan serat kayu, teknik semprot melamik atau lapisan HPL motif kayu bisa dipilih. Untuk kesan lebih modern dan pop, cat duko untuk perabot kayu dapat menjawabnya.
7. Jenis aktivitas. Terjemahkan irama hidup sehari-hari Anda menjadi bentuk aktivitas yang akan Anda lakukan di kamar ini. Tentu saja, sesuai dengan dimensi ruang yang ada. Setelah itu, Anda bisa mulai mencatat kebutuhan furniturnya.
8. Ukuran furnitur. Saat menentukan furnitur kamar, jangan terburu-buru memilih sesuatu hanya karena Anda suka. Perhatikan ukurannya. Ukur benar-benar ruangan Anda dan sesuaikan dengan proporsi perabot yang Anda butuhkan.
9. Sirkulasi. Jangan lupa perhitungkan ruang gerak dan ruang beraktivitas dengan adanya perabot-perabot di dalam kamar.
10. Posisi stop kontak dan saklar. Usahakan agar benda-benda bertenaga listrik berada pada sisi yang sama dengan stop kontak. Bila tidak memungkinkan, rancanglah sistem pengkabelan yang rapi dan aman dari jangkauan.
11. Benda dekoratif. Sediakan tempat di dinding atau di pojok ruangan untuk memajang hiasan berharga. Lengkapi dengan spot light untuk “mengangkat” kehadirannya.
12. Wallpaper cantik. Hiasan dekoratif tidak harus berupa sepotong karya seni atau sebuah gambar dalam bingkai. Satu bidang dinding dengan wallpaper cantik yang eye-catching pun dapat menjadi elemen dekorasi di kamar Anda.
13. Bukaan. Kamar yang sehat adalah kamar yang memiliki bukaan cukup untuk memungkinkan terjadinya sirkulasi udara dan pasokan sinar matahari. Hal ini seharusnya direncanakan sejak awal pembangunan rumah.
14. Material nontoxic. Gunakan material yang aman dan nontoxic. Seperti misalnya, penggunaan cat dinding yang water based. Selain lebih aman, juga lebih ramah lingkungan daripada produk solvent based.
15. Selesaikan di Workshop. Material pelapis perabot, bila ia menggunakan teknik semprot, pastikan proses ini diselesaikan di workshop dan sudah benar-benar kering saat dipasang di rumah Anda.(Sitha Hapsari/iDEABooks/Bedroom Living)